SINDROM SYOK DENGUE

Masuknya virus dengue ke dalam sistem sirkulasi/peredaran darah akan menyebabkan pembuluh darah mengalami kebocoran. Akibatnya, plasma darah (cairan darah) akan keluar dari pembuluh darah sehingga jumlah cairan darah sangat berkurang (syok/kegagalan sirkulasi). Padahal, darah berperan penting sebagai pembawa nutrisi & oksigen ke sel-sel tubuh. Jumlah cairan darah yang sangat berkurang akan menyebabkan sel2 tubuh kekurangan oksigen & nutrisi, akibatnya tubuh akan semakin lemas. Keadaan inilah yg dapat menyebabkan penderita demam berdarah meninggal dunia.

Tanda2 sindrom syok dengue antara lain:
-penderita gelisah
-kulit dingin, lembab, pucat
-ujung jari tangan & kaki dingin
-denyut nadi di pergelangan tangan teraba kecil, cepat, lemah
-tensi/tekanan darah sangat menurun.
-terjadi justru pada saat suhu tubuh mulai turun (hari ke3-5), dimana banyak penderita yg tidak waspada karena dikira sudah sembuh.

Bagaimana merawat penderita DBD?

jika penderita mengalami gejala DBD, namun jumlah trombosit antara 100.000-150.000 dengan nilai hemoglobin (Hb) & hematokrit normal, boleh dirawat di rumah dengan catatan:

dianjurkan banyak minum: air putih, teh, susu, sirup, atau jus buah. ASI utk bayi yg masih menyusu.

dapat diberi obat penurun panas, yg disarankan adl paracetamol (jika tidak alergi paracetamol)

keesokan harinya diperiksa ulang jumlah trombosit nya, agar diketahui semakin menurun atau tidak. Pemeriksaan ini sebaiknya dilakukan setiap hari sampai suhu tubuh normal.

⚠️Jika didapatkan tanda2 syok seperti yg sudah disebutkan di atas, SEGERA bawa penderita ke IGD rumah sakit krn termasuk kasus kegawatdaruratan yang mengancam nyawa!!!

Penderita yg mengalami gejala DBD dengan jumlah trombosit dibawah 100.000, kemungkinan terjadi sindrom syok dengue akan semakin besar sehingga harus dirawat inap untuk diberikan terapi cairan lewat infus.

Jika penderita muntah2 hebat, makanan & minuman tidak dapat masuk sebaiknya juga dirawat inap krn kekurangan cairan tubuh juga dapat menyebabkan/memperparah syok.

و الله تعالى أعلم بالصواب

✒ dr. Dianika Ummu Raihana
(Telah dikoreksi dr. Agustin Aisyah, Sp. PK, M. Kes)

Majmu'ah BIKUM